Harta yang di keluarkan untuk Allah akan menjadi Sebuah Harta yang Abadi

Bismilahhiroohmannirrohim

Para saudaraku yang senantiasa di rahmati Allah, kali ini kami akan berbagi mengenai Sebuah Harta yaitu harta abadi. Harta menurut bahasa yaitu sesuatu yang dapat diperoleh dan dikumpulkan oleh manusia dengan suatu tindakan baik berwujud materi maupun manfaat. Dan taukah saudaraku bahwasannya Kita lahir telanjang tanpa membawa apa-apa. Saat mati pun harta kita berpindah pada ahli waris kita. Harta sejati kita adalah yang kita “pinjamkan” pada Allah. Untuk menbantu dakwah, jihad, dan sesama. Itulah harta yang menyelamatkan kita dari kegelapan dan siksa kubur. Manusia memiliki naluri untuk mencintai harta dan kehidupan duniawi. Kecintaan itu sesuatu yang wajar, tetapi apabila berlebihan, kecintaan itu akan membuat serakah dan tamak, kikir, serta melampaui batas. Serta, melupakan tugas utama kehidupan, menjadi hambanya yang beriman dan bertakwa. 
Ada sebuah Kisah dari Rasulallah SAW, Sebuah kisah yang sangat sesuai dengan pembahasan kita saat ini yaitu " Harta " . Dimana suatu ketika Rasulullah mendapat hadiah seekor kambing. Lalu kambing itu disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada para tetangga.

Rasulallah bertanya : “Sudah kamu bagikan semua daging kambing itu wahai Aisyah?”
“Sudah ya Rasulullah, tinggal pahanya saja.” jawab Aisyah
“Sudah ya Rasulullah, tinggal pahanya saja.” jawab Aisyah.


Lalu kambing itu disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada para tetangga.
Rasulullah bertanya .“Sudah kamu bagikan semua daging kambing itu wahai Aisyah?”
“Wahai Aisyah, pahanya yang habis sedang yang tinggal adalah yang kamu bagikan,” kata Rasulullah.
Begitulah, harta milik kita yang sesungguhnya adalah harta yang kita keluarkan di jalan Allah. Harta yang dibelanjakan untuk membantu saudara, menolong meringankan beban derita sesama, untuk segala yang bermanfaat bagi hajat orang banyak. Itulah harta abadi yang akan menyertai dan menyelamatkan kita hingga yaumul akhir.
Rasulullah adalah Uswatun hasanah. Sebaik baiknya suri tauladan. Begitu juga dalam hal membelanjakan harta. Rasulullah berkata, “Seandainya aku memiliki emas sebanyak bukit uhud, sungguh aku sangat senang jika ia tidak berada di sisiku lebih dari tiga hari. Sedangkan aku masih menyisakan sebagian emas tersebut kecuali sedikit yang aku sisakan untuk membayar hutang.” (HR: Bukhari).
Dan Ingatlah, kamu adalah orang-orang yang diajak untuk menginfakkan (hartamu) di jalan Allah. Lalu di antara kamu ada orang yang kikir, dan barang siapa kikir maka sesungguhnya dia kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah Yang Mahakaya, dan kamulah yang membutuhkan (karunia-Nya). Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu. [QS. Muhammad: Ayat 38]
Ibnu Abbas menginformasikan kepada kita tentang bagaimana kedermawanan beliau ini. “Bahwa Rasulullah adalah orang yang sangat dermawan. Dan lebih dermawan lagi saat Ramadhan. Ketika dijumpai Jibril yang mengunjungi beliau setiap malam dibulan Ramadhan dan mengajarkan beliau Al Qur’an. Sungguh Rasul lebih dermawan dalam berbuat baik dari pada angin yang berhembus.” (HR: Bukhari). 

Subhanaallah 
  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mewujudkan Generasi Berdaya

Ketahuilah, Hal-hal yang dapat merusak hati kita

Tahukah engkau Macam - macam Hijrah dan Apa itu Bngunan Hijrah .?