Kisah mengenai Berinfak di zaman Rasulallah Saw
Bismilahhirrohmannirrohim
Para saudaraku yang senantiasa di Rahmati Allah swt, Kali
ini YMA akan berbagi mengenai sebuah kisah di zaman Rasulullah swt, Kisah yang
sangat mengispirasi kita kalanga muda dan seluruh umat manusia untuk berinfaq,
Mari simak ceritanya .!!!!
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda :
“ Tidak seorang pun di antara kalian kecuali dia akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat. Tidak ada penerjemah antara dirinya dengan Allah. Kemudian ia melihat ternyata tidak ada sesuatu pun yang ia persembahkan. Selanjutnya, ia menatap ke depan ternyata neraka telah menghadangnya. Oleh karena itu, barang siapa di antara kalian yang bisa menjaga diri dari neraka, meski hanya dengan (memberikan) sebelah kurma (maka lakukanlah). ”
Pada suatu
saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di kota Madinah,
unta beliau menderum di kebun milik dua orang anak dari kalangan sahabat
beliau. Maka, tempat itulah yang dijadikan sebagai areal masjid. Kedua anak
tersebut lebih memilih menghibahkan tanah itu kepada Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam.
Di
dalam hadis tentang peristiwa hijrah yang panjang disebutkan, “Lalu, beliau
mengendarai binatang tunggangannya dengan diiringi orang-orang. Sampai
akhirnya, binatang tersebut menderum di lokasi (calon) masjid Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam di Madinah. Di tempat itu, hari itu juga beliau
mendirikan shalat bersama kaum muslimin. Lokasi tersebut adalah kebun kurma
milik Suhail dan Sahl, dua orang anak yatim yang berada di bawah asuhan As’ad
bin Zurarah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
ketika binatang tunggangannya menderum di tempat tersebut, ‘Tempat ini, insya
Allah, akan menjadi tempat tinggal (saya).’ Kemudian, beliau memanggil dua
orang anak pemilik tanah tersebut dan menawar tanah mereka untuk dijadikan
masjid. Keduanya berkata, ‘Tidak, bahkan kami menghibahkannya untukmu, wahai
Rasulullah.’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam enggan
untuk menerimanya sebagai hibah, hingga beliau membelinya dari keduanya ….”
(H.r. Bukhari, no. 3906)
(H.r. Bukhari, no. 3906)
Lihatlah, salah seorang dari kaum muda sahabat. Ketika ia
menerima warisan dari ibunya berupa sejumlah harta yang menyenangkan jiwa, ia
bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang
sedekah yang mesti ia keluarkan. Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir, ia berkata,
“Seorang anak datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam –menurut
riwayat lain, “Seorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam–, ‘Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dan meninggalkan perhiasan.
Apakah aku boleh menyedekahkannya atas nama ibuku?’ Beliau bertanya, ‘Ibumu
menyuruhmu untuk melakukannya?’ Ia berkata, ‘Tidak.’ Beliau bersabda, ‘Tahanlah
kalung ibumu itu.'”
Ubaidillah bin Abbas terkenal sebagai seorang dermawan.
Ibnu Sa’ad berkata, “Abdullah dan Ubaidillah, dua orang putra Abbas. Jika
keduanya datang ke kota Mekah maka Abdullah menyebarkan ilmu ke segenap
penduduknya, sedang Ubaidillah membagi-bagikan makanan untuk mereka. Ubaidillah
adalah seorang pedagang.”
Pada perisitiwa perang Khandaq, di saat
penderitaan kaum muslimin menjadi-jadi, Jabir merasa sedih melihat kondisi yang
menimpa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia memiliki kisah
kepahlawanan tersendiri yang ia tuturkan sendiri, “Pada hari-hari pertempuran
Khandaq, kami menggali parit. Ada sebongkah batu keras yang menghalang.
Orang-orang datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya
berkata, ‘Ada batu keras yang melintang di parit.’ Beliau bersabda, ‘Aku yang
akan turun (tangan).’ Lalu, beliau berdiri, sedangkan ketika itu ada batu yang
terikat di perut beliau. Kami melewati tiga hari tanpa menyantap makanan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil godam dan
memukulkannya (ke batu), hingga batu itu hancur menjadi pasir berhamburan. Aku
berkata, ‘Wahai Rasulullah, izinkan aku kembali pulang ke rumah.’ Aku berkata
kepada istriku, ‘Aku melihat pada diri Rasulullah sebuah kesabaran. Apakah kamu
ada sedikit makanan?’ Istriku menjawab, ‘Aku punya gandum dan seekor anak
kambing.’ Aku pun menyembelih kambing dan menumbuk gandum. Lalu, aku masukkan
daging ke dalam periuk.
Aku datang menemui Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam ketika adonan telah melunak dan daging dalam wadah
di atas tungku hampir matang. Aku berkata, ‘Aku mempunyai sedikit makanan,
silakan Anda datang bersama satu atau dua orang ke rumahku.’ Beliau bertanya,
‘Seberapa banyak makanan itu?’ Aku beritahukan jumlahnya. Beliau bersabda,
‘Makanan yang banyak dan baik.’ Beliau melanjutkan, ‘Katakan kepada istrimu
untuk tidak mengangkat pembakaran dan adonan roti dari perapian hingga aku
datang.’ Beliau berkata kepada para sahabatnya, ‘Bangkitlah kalian!’ Maka,
segenap kaum Muhajirin dan Anshar bangkit berdiri.” Ketika Jabir masuk menemui
istrinya, ia berkata, “Rasulullah akan datang bersama kaum Muhajirin dan Anshar
serta orang-orang yang ada bersama mereka.” Istrinya bertanya, “Apakah beliau
menanyakan sesuatu kepadamu?” Jabir menjawab, “Ya.” Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Masuklah kalian dan jangan
berdesak-desakan.”
Beliau mulai memotong-motong roti dan menaruh daging di
atasnya, lalu menutup periuk dan perapian bila mengambil (daging atau roti)
darinya. Lalu, beliau mendekatkannya kepada para sahabatnya dan
mengambilkannya. Beliau terus memotong-motong roti hingga semua orang kekenyangan,
dan ternyata makanan itu masih tersisa.” Jabir berkata kepada istrinya,
“Makanlah ini dan hadiahkanlah, sungguh orang-orang sedang ditimpa kelaparan.”
(H.r. Bukhari, no. 4101; Muslim, no. 2039)
Sumber :
kisahmuslim ,Biografi Generasi Muda
Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad bin Abdullah
ad-Duwaisy, Zam-Zam, Cetakan 1, 2009.
Demikianlah
mengenai kisah ini, Semoga dari kisah yang kami bagikan ini dapat menyadarkangenerasi muda dan lainnya agar tidak lupa untuk berinfak, Alangkah bagusnya bila generasi
muda melatih dirinya berinfak serta sedekah , karena dari apa yang kita infak
dan sedekahkan pasti di balas dengan Allah dengan lipatan ganda yang sudah di
janjikan .
Komentar
Posting Komentar