Riwayat Kisah Seorang Janda dan Anak Yatim dari Kaum Alawiyyin
Bismilahhirrohmannirrohim
Para saudaraku yang senantiasa di cintai Allah swt, Hari ini
YMA akan barbagi sebuah Riwayat Kisah yang sangat Hikmah yaitu Allah akan
memberikan Surga kepada Seseorang yang Menolong janda dan anak Yatim , Riwayat mengenai kaum Alawiyyin, Apa itu kaumAwaliyyin. ? mari kita membahasnya .
Kata Alawiyyin memiliki dua pengertian, pengertian pertama
ialah keturunan Sayyidina Ali bin Abi Thalib sedangkan pengertian kedua
menunjukan keturunan Alawi
bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa ar-Rumi bin Muhammad
an-Naqib bin Ali al-Uraidhi bin Ja’far
Ash-shadiq Sebutan lain untuk Alawiyyin adalah Ba' Alawi.
Alawiyyin adalah sebutan bagi kaum atau
sekelompok orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad. Setelah kita mengentahui arti dari awalyyin tersebut
Mari kita menyimak kisah dari kaum tersebut.
Di awali dari Sebuah riwayat tentang
seseorang dari kaum alawiyyin bahwa dia singgah di daerah ‘ajam (selain
bangsa Arab). Dia mempunyai seorang istri alawiyah dan beberapa anak perempuan.
Mereka hidup dengan kenikmatan yang melimpah. Kemudian sang suami meninggal
dunia. Setelah itu, istri dan putri-putrinya mengalami kefakiran dan sangat
membutuhkan. Lantas perempuan tersebut bersama putri-putrinya keluar ke daerah
lain lantaran khawatir musuh-msuhnya merasa gembira dengan musibah yang
menimpanya. Lantaran udara yang terlalu dingin, perempuan tersebut membawa
anak-anaknya singgah ke beberapa masjid yang dimuliakan.
Tatkala perempuan tersebut berjalan untuk
mencari makanan, dia melewati dua orang, yaitu seorang muslim yang merupakan
sesepuh daerah tersebut dan orang Majusi yang merupakan penanggung jawab daerah
tersebut. Perempuan itu menemui lelaki muslim tadi, dia bercerita kepadanya
mengenai kondisi dirinya dan bahwa dia merupakan golongan alawiyah dan
syarifah. Dia ingin mendapat makanan untuk anak-anaknya. Lalu si muslim
berkata, “Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang alawiyah dan
syarifah.”
Perempuan tersebut menjawab, “Saya perempuan asing. Di
daerah ini tidak ada orang yang mengenali saya.”
Lalu si muslim berpaling darinya. Perempuan itu pun
berjalan meninggalkannya dalam keadaan kecewa dan bersedih.
Kemudian dia mendatangi orang Majusi dan
menceritakan kondisi dirinya kepadanya, lantas si Majusi bangkit dan mengutus
pembantunya untuk menjemput putri-putri perempuan itu, lalu putri-putri
perempuan tersebut dibawa ke rumahnya. Dia memberi makan kepada mereka dengan
makanan yang paling enak dan memberi mereka pakaian dengan pakaian yang paling
membanggakan. Semalaman mereka bersama si Majusi dengan penuh kenikmatan dan
kemuliaan.
Pada saat tengah malam, sesepuh yang muslim bermimpi
dalam tidurnya seakan-akan kiamat telah datang. Dia memegang bendera di atas
kepala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tiba-tiba tampak sebuah
istana dari zamrud hijau, terasnya terbuat dari mutiara dan Yaqut. Di dalamnya
terdapat kubah-kubah terbuat dari mutiara dan marjan. Lalu dia bertanya, “Untuk
siapakah gedung ini?”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam menjawab, “Bagi seorang muslim yang bertauhid.”
Dia berkata, “Wahai Rasulullah! Saya seorang muslim yang
bertauhid.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tunjukkan bukti dan saksi bahwa engkau seorang muslim yang bertauhid.”
Dia pun kebingungan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda lagi, “Ketika seorang perempuan alawiyah minta tolong
kepadamu, engkau berkata kepadanya, ‘tunjukkan bukti kepadaku bahwa kamu
seorang alawiyah.’ Demikian pula engkau. Tunjukkan bukti kepadaku bahwa engkau
seorang muslim.”
Lantas dia terbangun dari tidurnya sambil bersedih karena
telah menolak perempuan alawiyah dalam keadaan kecewa. Kemudian dia berkeliling
di daerah dan menanyakan tentang perempuan tersebut hingga akhirnya dia tahu
bahwa perempuan tersebut berada di tempat Majusi. Lalu dia mendatanginya.
Dia berkata kepada Majusi, “Saya menghendaki perempuan
syarifah alawiyah serta putri-putrinya dari dirimu?”
Si Majusi menjawab, “Tidak ada jalan bagiku melakukan hal
ini. Sungguh, saya telah memperoleh berkah dari mereka.”
Dia berkata lagi, “Sialakan ambil seribu
dinar dari diriku, tetapi serahkan perempuan tersebut kepadaku!”
Si Majusi menjawab, “Saya tidak akan melakukannya.”
Dia berkata, “Harus.”
Si Majusi berkata, “Hal yang engkau inginkan
itu sayalah yang lebih berhak sedangkan gedung yang engkau lihat di dalam mimpi
memang diciptakan untukku. Apakah engkau menunjukkan Islam kepadaku? Demi
Allah, semalam saya dan keluarga saya tidak tidur sebelum kami masuk Islam
melalui tangan perempuan syarifah ini. Saya juga bermimpi ketika tidur
sebagaimana yang engkau impikan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda kepadaku, ‘Apakah perempuan alawiyah serta
putri-putrinya bersama kamu?’ Saya menjawab, ‘Iya. Wahai Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam.’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
‘Gedung itu untukmu dan keluargamu. Kamu dan keluargamu termasuk penduduk
surga. Di dalam Azali, Allah Subhanahu wa Ta’ala memang menciptakanmu sebagai
orang mukmin.’ Kemudian orang muslim tersebut pulang dengan membawa
kesedihan dan kesusahan yang hanya diketahui oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala. Oleh karena itu, lihatlah berkah dan kemuliaan berbuat baik kepada
para janda dan anak yatim.
Sumber , Nyata dan
Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan
Demikian
mengenai Uraian Riwayat Kisah Alawiyyin seseorang yang menolong janda dan Anak Yatim di atas , Semoga dengan
adanya kisah ini manjadi sebuah teguran untuk kita dalam hal menolong , karena
Allah sudah menjanjikan keberkahan dan kemuliaan untuk yang berbuatbaik kepada para janda dan anak yatim.
Komentar
Posting Komentar