Kisah yang sangat Memotivasi Diri kita untuk Berbagi
Bismilahirrohmannirrohim
Para
saudaraku yang senantiasa di Cintai Aallah swt, Kali ini kami akan berbagi
mengenai sebuah kisah yang dapat memotivasi kita mengenai Berbagi serta di
tambah dengan sebuah penjelasan agar kita memahaminya,
Allah Swt
berfirman : “ Dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta
yang Dia telah Menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah).", Al-Hadid 7
Setelah
Allah meyakinkan bahwa harta itu milik-Nya dan dititipkan kepada manusia, Allah
memintanya untuk membagikan harta titipan itu kepada orang lain. Itupun, Allah
tidak meminta untuk membagikan semua harta yang ia miliki, hanya sebagian saja
yang perlu untuk dibagikan kepada orang lain. Allah swt berfirman:
"Danmenginfakkan sebagian rezeki yang kami Berikan kepada mereka", Al-Baqarah
3
Setelah kita tahu pasti bahwa
harta ini hanyalah titipan ilahi dan kita diperintahkan untuk memanfaatkannya
dalam kebaikan dan bukan di jalan yang keliru, maka sudah sepatutnya kita
mengetahui manfaat dari berinfak di jalan Allah.
Tahukah
sahabatku ada sebuah Kisah Motivasi dari Abud Dahdaa mengenai
Berinfaq di Jalan Allah, Mari simak Kisahnya
.!!!
Suatu kisah yang bisa jadi pelajaran bagi kita semua
adalah kisah sahabat Abud Dahdaa radhiyallahu ‘anhu.‘Abdullah bin Mas’ud
radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa tatkala turun firman Allah Ta’ala,
“
Barangsiapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah
akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh
pahala yang banyak” (QS. Al Hadid: 11)
Abud Dahdaa
Al Anshori mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman
dari kami?
” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Betul, wahai Abud Dahdaa.”
Kemudian
Abud Dahdaa pun berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu.”
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menyodorkan tangannya. Abud Dahdaa pun
mengatakan, “Aku telah memberi pinjaman pada Rabbku kebunku ini. Kebun tersebut
memiliki 600 pohon kurma.”
Ummud
Dahda, istri dari Abud Dahdaa bersama keluarganya ketika itu berada di kebun
tersebut, lalu Abud Dahdaa datang dan berkata, “Wahai Ummud Dahdaa!”
“Iya,”
jawab istrinya.
Abud
Dahdaa mengatakan, “Keluarlah dari kebun ini. Aku baru saja memberi pinjaman
kebun ini pada Rabbku.”
Dalam riwayat lain, Ummud Dahdaa menjawab, “Engkau telah beruntung dengan penjualanmu, Wahai Abud Dahdaa.” Ummu Dahda pun pergi dari kebun tadi, begitu pula anak-anaknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun terkagum dengan Abud Dahdaa.
Beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Begitu banyak tandan anggur
dan harum-haruman untuk Abud Dahdaa di surga.”
Dalam
lafazh yang lain disebutkan, “Begitu banyak pohon kurma untuk Abu Dahdaa di
surga. Akar dari tanaman tersebut adalah mutiara dan yaqut (sejenis batumuliaa)
Lihatlah wahai saudaraku! ...
Bagaimanakah balasan untuk
orang yang menginvestasikan hartanya di jalan Allah. Lihatlah Abud Dahdaa
radhiyallahu ‘anhu, di saat Allah melimpahkan padanya nikmat harta yang begitu
melimpah, ia pun tidak melupakan Sang Pemberi Nikmat.
Dan Rasulullah pun
berpesan bahwa harta yang menjadi sebenar-benarnya milik kita adalah yang telahkita infakkan sementara yang masih ada di tangan kita tidak bisa menjamin akanmenjadi milik kita Nanti. Demikian mengenai Uraian di atas semoga Kisah ini
dapat memotivasi para saudaraku yang membacanya , serta semoga Allah senantiasa
memberikan Barokahnya kepada kita semua agar senantiasa selalu
berinfak,bersedekah dan membayar zakat. Amin YRA
Komentar
Posting Komentar