Tahukah engkau mengenai Kisah yang penuh Hikmah ini . ?
Bismillahirrohmanirrohim
Para saudaraku yang senantiasa di
Rahmati Allah, Tahukan engkau mengenai Kisah yang sangat Penuh Hikmah mengenai
Anak Yatim. Seperti apakah Kisahnya.?
Di dalam Kitab “Durratun Nashihin Mutiara Petuah
Agama” diceritakan riwayat Anas Bin Malik Ra, Kisah yang terjadi di Madinah di
zaman Rasulullah SAW, dimana pada suatu pagi di hari raya Idul Fitri,
Rasulullah SAW bersama keluarganya dan beberapa sahabatnya seperti biasanya
mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo’akan para muslimin dan muslimah,
mukminin dan mukminah agar merasa bahagia di Hari Raya itu.
Dan Alhamdulillah, semua terlihat merasa gembira dan bahagia di
Hari Raya Ied tersebut, terutama anak-anak. Mereka bermain sambil berlari-lari
kesana kemari dengan mengenakan pakaian hari rayanya. Namun tiba-tiba
Rasulullah SAW melihat di sebuah sudut ada seorang gadis kecil sedang duduk
bersedih. Ia memakai pakaian tambal-tambal dan sepatu yang telah usang.
Rasulullah saw lalu bergegas menghampirinya. Gadis kecil itu
menyembunyikan wajahnya dengan kedua tangannya, lalu menangis tersedu-sedu.
Rasulullah saw kemudian meletakkan tangannya yang putih sewangi
bunga mawar itu dengan penuh kasih sayang di atas kepala gadis kecil tersebut,
lalu bertanya dengan suaranya yang lembut :
Gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Tanpa berani mengangkat
kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan ia menjawab sambil
bercerita :
Gadis Kecil : “Pada hari raya yang suci ini semua anak
menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia.
Semua anak-anak bermain dengan riang gembiranya. Aku lalu teringat pada Ayahku,
itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia
membelikan aku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat
bahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah saw membela
Islam dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku sudah tidak ada lagi. Aku
telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu untuk
siapa lagi?”
Setelah Rasulullah saw mendengar cerita itu, seketika hatinya
diliputi kesedihan yang mendalam. Dengan penuh kasih sayang beliau membelai
kepala gadis kecil itu sambil berkata:
Rasulullah : “Anakku, hapuslah air matamu… Angkatlah
kepalamu dan dengarkan apa yang akan aku katakan kepadamu…. Apakah kamu ingin
agar aku Rasulullah menjadi ayahmu?
Dan apakah kamu juga ingin Ali menjadi pamanmu?
Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak
perempuanmu?
dan Hasan dan Husein menjadi adik-adikmu? dan Aisyah menjadi
ibumu ?
Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?”
Begitu mendengar kata-kata itu, gadis kecil itu
langsung berhenti menangis. Ia memandang dengan penuh takjub orang yang berada
tepat di hadapannya.
Masya Allah! Benar, ia adalah Rasulullah saw, orang tempat ia
baru saja mencurahkan kesedihannya dan menumpahkan segala gundah di hatinya.
Gadis kecil Yatim itu sangat tertarik
pada tawaran Rasulullah saw, namun entah mengapa ia tidak bisa berkata sepatah
katapun. Ia hanya dapat menganggukkan kepalanya perlahan sebagai tanda
persetujuannya. Gadis yatim kecil itu lalu bergandengan tangan dengan
Rasulullah saw menuju ke rumah. Hatinya begitu diliputi kebahagiaan yang sulit
untuk dilukiskan, karena ia diperbolehkan menggenggam tangan Rasulullah saw
yang lembut seperti sutra itu.
Sesampainya di rumah, wajah dan kedua tangan gadis
kecil itu lalu dibersihkan dan rambutnya disisir. Semua memperlakukannya dengan
penuh kasih sayang. Gadis kecil itu lalu dipakaikan gaun yang indah dan
diberikan makanan, juga sejumlah uang untuk hari raya. Lalu ia diantarnya
gadis itu keluar, agar dapat bermain bersama anak-anak lainnya. Anak-anak lain
merasa iri pada gadis kecil dengan gaun yang indah dan wajah yang berseri-seri
itu.
Mereka merasa keheranan, lalu bertanya : “Gadis kecil, apa yang telah
terjadi, Mengapa kamu terlihat sangat gembira?”
Sambil menunjukkan gaun baru dan uang sakunya gadis kecil itu
menjawab :“Akhirnya aku memiliki seorang
ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia
memiliki seorang ayah seperti Rasulullah?
Serta Aku juga kini
memiliki seorang paman, namanya Ali yang hatinya begitu mulia. Juga seorang
kakak perempuan, namanya Fatima Az`Zahra, . Ia menyisir rambutku dan
mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia dan bangga memiliki
adik adikku yang menyenangkan bernama Hasan dan Husein. Aku juga kini memiliki
seorang ibu, namanya Aisyah, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia
beserta isinya.”
Maka anak-anak yang sedang bermain dengannya sampai berkata: “Ah, seandainya ayah-ayah kita mati
terbunuh pada jalan Allah ketika perang itu, tentu kita akan begitu.”
Dan tatkala Nabi SAW meninggal dunia, anak kecil itu keluar
seraya menaburkan debu ke atas kepalanya, meminta tolong sambil memekik: “Aku
sekarang menjadi anak asing dan yatim lagi.” Maka oleh Ali Bin Abi Thalib anak
itu dipungutnya. ( Dalam riwayat lain ABu Bakar Ash Shiddiq Ra)
Demikian mengenai Kisah Anak Yatimdan Rasulullah SAW, Semoga kisah ini membawa Hikmah untuk kita dalam menjalani kehidupan dan Sudah seharusnya bahwa kita sesama muslim harus saling Menyayagi, Memberikan Kebahagiaan, Kegembiran kepada Anak-anak Yatim/piatu yang sangat membutuhkan Kehangatan dari kita. Serta Semoga Allah senantiasa memberikan RahmatNYA kepada kita semua yangsenantiasa Mengurus,Mencintai dan Menyayangi Anak Yatim . Ami YRA
Komentar
Posting Komentar