Cinta dan Kasihilah mereka dengan kehangatan darimu
Bismillahirrohmannirrohim
Merasakan sebagian derita kehidupan, di dalam kepahitannya
yang mereka rasakan begitu masa yang sangat panjang, kepahitan yang dirasakan
oleh anak-anak yang lebih dulu merasakan pahitnya kehidupan sebelum manisnya .
Tahukan engkau siapa ia.? Ia adalah anak-anak yang kehilangan sosok pahlawan
yang membimbingnya sebelum mereka mengenal apa-apa. Merekalah Anak-anak Yatim yang belum merasakan hangatnya pelukan sang Ayah .
Tentu tak ada yang ingin kehilangan seorang
ayah. Namun, kita kembali lagi kepada takdir Allah swt. Menjadi yatim sungguh
bukan cita-cita mereka, namun takdir mengajarkan kepada mereka tentang arti
sebuah keikhlasan. Keikhlasan untuk kehilangan seorang ayah.
Begitu banyaknya ayat al-Qur’an menjelaskan
tentang Peduli terhadap Anak Yatim seperti tanggung jawab kita agar
memperhatikan dan memelihara anak yatim dari segi kejiwaan serta sosial
kemasyarakatannya.
Allah berfirman dalam QS. An-Nisa: 36 yang
artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat,anak-anak yatim, orang-orang miskin….”
Membuat
mereka tersenyum adalah sebagai alah satu dari tugas untuk kita di dunia ini
dengan memberikan kebahagiaan
kita, nikmat dunia kita kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Mengertikan engkau bukannya harta, kekuasaan, jabatan dan segala yang ada di
dunia ini hanya sebuah titipan? Kenapa tidak kita membagi sedikit titipan Allah
SWT. ini kepada Anak Yatim dan Dhuafa yang membutuhkannya? Apa ada yang salah?
Dari meringankan beban sesama seorang muslim dan tahukan engkau bahwa itu semua
merupakan ibadah.
Sesama manusia sudah sepantasnya kita untuk
saling tolong menolong. Apalagi menolong Yatim sangat dianjurkan dalam agama.
Menolong tidak hanya sebatas materi akan tetapi dalam bentuk immateri juga
sangat penting seperti kasih-sayang. Mungkin tak semua Yatim bisa kita tolong,
akan tetapi kita bisa memulai dari orang-orang terdekat kita, mulai dari
tetangga ataupun kerabat kita yang Yatim. Allah swt. Tidak menilai hamba-Nya
dari pangkat, kekayaan, maupun jabatan. Akan tetapi Allah menilai hamba-Nya
dari sesuatu yang bermanfaat yang bisa ia berikan kepada orang lain.
Demikianlah dari Uraian di atas Semoga kita dapat
selalu berbagi kebahagiaan kepada Anak Yatim dan Dhuafa hingga akhir hayat .
Dan kalian pasti tahu bahwasannya Allah Telahmenjanjikan Surga bagi hamba-hambanya yang senantiasa mencintai Anak Yatim
Komentar
Posting Komentar