Tahukah kalian bahwa hijrah itu di bagi menjadi beberapa bagian. ?
Para saudaraku yag senantiasa di cinta Allah SWT. Kali ini
kita akan melanjutkan pembahasan yang kemarin yaitu Hijrah . kalian pasti sudah
tahu mengenai hijrah yang berarti
meninggalkan, menjauhkan dari dan berpindah tempat.
Tahun
Hiriyah, ditetapkan pertama kali oleh Khalifah Umar bin Khatab ra, sebagai
jawaban atau surat Wali Abu Musa Al-As’ari. Khalifah Umar menetapkan Tahun
Hijriyah Kalender Tahun Gajah, Kalender Persia untuk menggantikan penanggalan
yang digunakan bangsa Arab sebelumnya, seperti yang berasal dari tahun Gajah,
Kalender Persia, Kalender Romawi dan kalender-kalendar lain yang berasal dari
tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliyah. Khlifah Umar memilih peristiwa
Hijrah sebagai taqwim Islam, karena Hijrah Rasulullah aw dan para sahabat
dari Mekkah ke Madinah merupakan peristiwa paling monumental dalam perkembangan
dakwah.
Dan Tahukan kalian bahwa Hijrah itu di bagi menjadi beberapa
bagian . bagian apa saja .?
1.
Hijrah Makaniyah : Yaitu meinggalkan suatu tempat.
Bebebrapa jenis hijrah maknawiyah, yaitu:
a. Hijrah Rasulullah Saw dari
Mekah ke Habasyiyah.
b. Hijrah Rasulullah Saw dari
Mekah ke Madinah.
c. Hijrah dari suatu negeri yang
didalamnya didominasi oleh hal-hal
yang diharamkan.
d. Hijrah dari suatu negeri yang
membahayakan kesehatan untuk menhindari penyakit menuju negeri
yang aman.
e. Hijrah dari suatu tempat
karena gangguan terhadap harta benda.
2.
Hijrah Maknawiyah
Secara maknaiyah hijrah dibedakan
menjadi 4 macam, yaitu:
a. Hijrah I’tiqadiyah
Yaitu hijrah keyakinan. Iman
bersifat pluktuatif, kadang menguat menuju puncak keyakinan mu’min sejati,
kadang pula melemah mendekati kekufuran Iman pula kadang hadir dengan
kemurniannya, tetapi kadang pula bersifat sinkretis, bercampur dengan
keyakinan lain mendekati memusyrikan. Kita harus segera melakuakn hijrah
keyakinan bila berada di tepi jurang kekufuran dan kemusyrikan keyakinan. Dalam
konteks psikologi biasa disebut dengan konversi keyakinan agama.
b. Hijrah Fikriyah
Fikriyah secara bahasa berasal dari
kata fiqrun yang artinya pemikiran.
Seiring perkembangan zaman, kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi,
seolah dunia tanpa batas. Berbagai informasi dan pemikiran dari belahan bumi
bisa secara oline kitya akses.
3.
Hijrah Syu’uriyyah
Syu’uriyah atau cita rasa, kesenangan,
kesukaan dan semisalnya, semau yang ada pada diri kita sering terpengaruhi oleh
nilai-nilai yang kuarng Islami Banyak hal seperti hiburan, musik, bacaan,
gambar/hiasan, pakaian, rumah, idola semua pihak luput dari pengaruh
nilai-nilai diluar Islam.
Kalau kita perhatikan, hiniran
dan musik seorang muslim takjauh beda dengan hiburannya para penganut paham
permisifisme dan hedonisme, berbau hutra-hura dan senang-senang belaka.
Mode
pakain juga tak kalah pentingnya untuk kita hiraukan Hijrah dari pakaian gaya
jahiliyah menuju pakaian Islami, yaitu pakaian yang benar-benar mengedepankan
fungsi bukan gaya. Apa fungsi pakaian ? Tak lain hanyalah untuk menutup aurat,
bukan justru memamerkan aurat. Ironis memang banyak diantara manusia berpakaian
tapi aurat masih terbuka. Ada yang sudah tertutup tapi ketat dan transparan,
sehingga lekuk tubuhnya bahkan warna kulitnya terlihat. Konon, umat Islam
dimanjakan oleh budaya barat dengan 3 f, food, fan, fashan.
4.
Hijrah Sulukiyyah
Suluk berarti tingkah laku atau kepribadian
atau biasa disebut juag akhlaq. Dalam perjalanannya ahklaq dan kepribadian
manusia tidak terlepas dari degradasi dan pergeseran nilai. Pergeseran dari
kepribadian mulai (akhlaqul karimah) menuju kepribadian tercela akhlaqul
sayyi’ah).
Sehingga tidak aneh jika
bermuculan berbagai tindak moral dan asusila di masyarakat. Pencurian,
perampokan, pembunuhan, pelecehan, pemerkosaan, penghinan dan penganiyaan
seolah-olah telah menjadi biasa dalam masyarakat kita. Penipuan, korupsi,,
prostitusi dan manipulasi hampir bisa ditemui di mana-mana. Dalam moment hijrah
ini, sangat tepat jika kita mengkoreksi akhlaq dan kepribadian kita untuk
kemudian menghijrahkan akhlaq yang mulia.
Refleksi
Dengan telah berakhirnya tahun
1431 H dan tibanya tahun 1433 H, serta sebentar lagi akan segera pergantian
tahun masehi dari 2011, suatu hal yang pasti bahwa usia kita bertambah dan
jatah usia kita semakin berkurang. Sudah selayaknya kita menghisab drii sebelum
dihisab oleh Allah. Rasulullah Saw bersabda:
“Hisablah (lakukan perhitungan
atas) dirimu sebelum dihisab oleh Allah, dan lakukanlah kalkulasi amal baik dan
amal burk sebelum Allah memberikan kalkulasi amal atas dirimu.
Demikian dari uraian di atas mengenai
Hijrah yang di bagi menjadi beberapa bagian .dan kita sebagai khalifah di bumi ini harus senantiasa
maknainya dengan benar . Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembacanya dan
semoga Allah senantiasa memberikan ilmu yang berkah untuk hidup kita semua .
Komentar
Posting Komentar