Tahukah engkau Macam - macam Hijrah dan Apa itu Bngunan Hijrah .?
Asssalammualaikum wr
wb
Bismillahhirrohmannirrohim
Para Saudaraku yang
senantiasa di cintai Allah SWT . kali ini saya kan membahas mengenai
macam-macam Hijrah dan bangunan Hijrah . Tahukan kalian mengenai itu .? pasti
banyak dari kalian yang belum mengetahuinya. Mari kita membahasnya dengan
berbagai penjelasan yang cermat dan padat
Tahukah sahabat yang
di cintai Allah tentang macam-macam hijrah .Apa sajakah itu ?
1.
Macam – macam Hijrah
Menurut sifat laku dan perbuatan yang
dilakukan, maka macamnya Hijrah itu pada garis besarnya terbagi atas empat
bagian :
Adapun yang dimaksudkan dengan Hijrah Fi-Liyah
ialah Hijrah dari pada faham, kehendak, nafsu dan pengertian
"kedunian" ( habbuddunya ) kepada faham, kehendak, nafsu dan
pengertian membelakangkan dunia" ( zuhuddunya). Orang ini mempunyai
keyakinan dan tahu akan wajibnya untuk Hijrah dari pada keadaan yang memaksa
itu ( misalnya : kedzaliman ), tetapi tidak kuasa dan tidak pandai melepaskan
diri dari pada keadaan dan kejadian itu, Oleh sebab itu, maka Hijrahnya
hanyalah Hijrah dalam I’tiqad. Tegasnya Hijrah karena cinta kepada Allah"
( Hubullah ), seperti yang boleh kita ambil pelajarannya dari pada Al-Quran,
Surat An-Nahl ayat 41 :
Dan tentang orang-orang yang Hijrah karena
Allah, setelah mereka mendapat penganiayaan pastilah kami ( Allah ) akan
memberi kepadanya tempat di dunia yang baik ( hasanah ) dan ganjarannya ( kami
kepada mereka itu ) di akhirat tentulah lebih besar, kalau saja mereka itu
mengetahui.
Orang-orang yang hidup dalam Hijrah karena
Allah ini tidak lagi suka ingat kepada segala sesuatu keduniaan, tetapi yang
selalu dicarinya ialah segala jalan supaya ia ingat ( dzikir ) kepada
Allah."
Adapun yang dikatakan Hijrah Fisabilillah ini,
selainnya harus Hijrah di dalam I’tiqad, juga harus tampak pula dalam amal
perbuatannya. Antara lain2 tentang Hijrah ini, di dalam Al-Quran Surat Al-Hajj
ayat 58 :
Dan mereka yang Hijrah pada jalan Allah dan
kemudian mereka itu dibunuh atau mati; pastilah akan memberi rizki yang baik (
pemeliharaan yang bagus) bahwasanya Allah adalah pemberi rizki ( pemelihara )
yang sebagus-bagusnya bagi mereka.
Hendaknya periksa dulu (Surat Al–ankabut ayat
26 ), Orang yang Hijrah Illallah ini mempunyai satu keyakinan, bahwa semesta
alam ini adalah kepunyaan Allah, dan ada" atau tiadanya itu hanyalah
tergantung kepada kehendak dan kekuasaan Allah semata-mata. Oleh sebab itu,
maka segenap apapun juga harus dikembalikan ( dipulangkan ) kepada Allah.
Lebih jauh orang yang hidup dalam Hijrah
Illallah ini berpendirian, bahwa segala apa yang mengenai dirinya atau yang ada
diluar dirinya, haruslah menjadi "jembatan", untuk tawaddu dan dzikir
kepada yang esa.
Seperti Hijrah Fi-Liah tidak sempurna, jika
tidak dilakukan Hijrah Fisabilillah, demikian pula Hijrah illallah ini tidak
akan bisa sempurna, jika cara dan lakunya tidak dicontohkan menurut Sunnah
Rasulullah yang nyata dan Hijrah illallah yang berpedoman kepada Sunnah
Rasulullah.
inilah yang dikatakan :
inilah yang dikatakan :
Tentang Hijrah ini, antara lain-lain adalah
termaktub dalam Hadist yang diriwayatkan dari siti aisyah sebagai berikut :
Tidak ada Hijrah pada waktu ( hari ) setelah (
datang ) fatah karena sesungguhnya Hijrah itu adalah keadaan kaum Muslimin (
pergi ) mendapatkan Allah Ta’ala dan pergi mendapatkan Rasulullah, karena
Agamanya….."
Apakah itu bagunan Hijrah .?
Pada lazimnya faham agama didalam kalangan
ummat bangsa kita terlampau amat sempit. Kalau seoarang sudah suka
bersembahyang ( ritual ) 5 waktu. Orang itu dikatakan orang, orang
beragama"! karena ia suka mengeluarkan zakat dan fitrah yang tidak pada
tempatnya, ia pun dinamakan orang, orang beragama"! Begitu seterusnya.
Sehingga faham umum tentang agama" itu
hanyalah semata-mata mengenai urusan kewajiban makhluk kepada Allah belaka,
tidak bersangkut paut dengan keadaan dunia ini.
Itulah sebabnya ada timbul pula faham, agama
dan dunia" seolah-olah agama itu sama sekali terpisah dari pada urusan
dunia! Apa sebab ? Sebabnya tidak lain, yakni karena ummat islam bangsa kita
sudah terpengaruhi oleh faham-faham Barat, terutama dari Agama Kristen dan
yahudi ( Orang2 yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu ( kaum
muslimin ) hingga kamu mengikuti Agama ( Din / peraturan ) mereka… Al-Quran
Surat Al-Baqarah ayat 120 )), yang dari sedikit demi sedikit sudah
mendarah daging di dalam kalangan ummat islam bangsa indonesia!
Faham Barat tentang Agama ialah kewajiban si
makhluk terhadap tuhannya , Agama ialah urusan akhirat, bukan urusan dunia,
Agama ialah perbuatan hati, buka amal usaha dhohir, begitulah seterusnya.
Hingga akhirnya menyebabkan pula timbulnya faham, agama dan Negara ( Dunia ),
agama yang terpisah dari urusan politik ( sekuler), agama yang tidak mencampur
/ membaur dengan urusan negara ( pemerintahan ) agama yang diasingkan dari
pergaulan antara manusia dengan manusia di dalam urusan Muamalah, Jinayah
ataupun Siyasah!
Inilah salah satu penyakit-batin yang
menghinggapi tubuh pergaulan hidup Ummat islam bangsa kita! inilah pula yang
menyebabkan jatuhnya harkat-derajat Ummat islam Indonesia, di dalam pandangan
bangsa-bangsa atau Ummat2 di permukaan bumi ini ataupun di dalam pandangan
Allah SwT Jatuh karena agamanya, tidak mempunyai sifat dan bangunan yang
tentu–tentu Jatuh, karena agamanya tinggal di dalam hati dan bibir belaka!
Jatuh, karena amal perbuatannya Ummat Islam tidak sesuai dengan hukum-hukum
Allah !!!
Syahdan, maka Agama ( Din) di dalam faham dan
pengertian islam itu bukanlah hanya perkara-perkara yang mengenai akhirat,
mengenai ritual (rubbubiyah) belaka, melainkan Agama Islam ialah Agama
kesempurnaan (Universal), agama yang memberi peraturan–peraturan, pengajaran
dan pendidikan, dhohir dan bathin, dunia dan akhirat, pendek panjangnya Agama
Islam adalah segala peraturan (Addien) Allah yang diturunkan kepada Rasulnya
Muhammad untuk segenap Alam, untuk segenap bangsa, untuk segenap keperluan
hidup dan kehidupan, untuk segenap apapun juga, mulai yang terkecil, mulai
terendah hingga ke keperluan yang paling besar, mulai mengurus rumah tangga,
hingga kepada mengekang kendali negara ( pemerintahan ) ; mulai dhohir hingga
batin mulai dunia hingga akhirat….begitulah seterusnya !
Mengingat hal-hal yang demikian itu, maka
perbuatan Nabi yang dikatakan Hijrah itu, niscayalah bukan hanya mengenai
sesuatu bagian dari pada hidup dan kehidupan Masyarakat saja, melainkan Hijrah
itu mengenai pula segenap kepentingan hidup dan kehidupan manusia, mulai yang
sekecil-kecilnya dalam pandangan manusia-sampai yang sebesar besarnya.
Dan oleh karena tiap-tiap perbuatan dan amal
usaha Nabi itu tidak ada yang keluar dari pada sifat Ibadah kepada Allah,
dengan jalan langsung ( direck ) ataupun tidak langsung ( indireck ), maka
Hijrah itu pun masuk pula kepada perbuatan-perbuatan yang dikatakan Ibadah itu,
tegasnya Hijrah adalah satu perbuatan Ibadah.
Menurut garis2 yang besar dan sifat-sifat di
dalam Hijrah itu, maka bangunan Hijrah, yang nanti akan berwujud Program–Jihad
atau Program–Tandzim itu, di bagi
menjadi 2 bagian :
2. Hijrah yang mengenai urusan2, yang bersangkutan dengan pergaulan
hidup bersama, mulai mengurus seorang diri hingga kepada susunan Masyarakat.
Oleh sebab itu sifat yang terkandung di dalam Hijrah bagian
Al-Hajatul-Idytima’iyah.
Dalam Hijrah ini termasuk pula segala urusan
dan fasal-fasal, pengertian, faham dan pengetahuan tentang :
a) Sosial ( pergaulan kemaslahatan umum )
b) Ekonomi ( peraturan pembagian rizki dll )
c) Politik ( Peraturan-peraturan yang mengenai susunan dan cara-cara mengendalikan sesuatu kerajaan ( Negara )
b) Ekonomi ( peraturan pembagian rizki dll )
c) Politik ( Peraturan-peraturan yang mengenai susunan dan cara-cara mengendalikan sesuatu kerajaan ( Negara )
Demikianlah Uraian di
atas mengenai penjelasan apa saja macam-macam Hijrah dan apa yang di maksud
bangunan Hijrah. Semoga pengetahuan ini senantiasa selalu bermanfaat bagi para
yang membacanya serta semoga Allah senantiasa menunjukan Jalan terbaik untuk
menuju Hijrah kita .

Komentar
Posting Komentar